ARSIP BERCERITA : SEJARAH UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Dalam sejarahnya Karisidenan Banyumas mempunyai banyak tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam peta perkembangan bangsa Indonesia, seperti Raden Mas Goembrek dan Raden Angka Prodjosoedirdjo yang merupakan salah satu tokoh pendiri gerakan Budi Utomo dan alumni Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra atau STOVIA, Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo sebagai pendiri Bank Negara Indonesia, Margono Soekarjo sebagai dokter ahli bedah pertama di Indonesia, dan Raden Bei Aria Wirjaatmadja sebagai pendiri Bank Rakyat Indonesia. Kontribusi tokoh nasional ini tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Keresidenan Banyumas yang tidak mempunyai pusat pendidikan tinggi berkualitas dan bergengsi di Indonesia, di mana masyarakat Banyumas masih mengandalkan perguruan tinggi di kota lain. Atas dasar hal tersebut kemudian melahirkan kehendak masyarakat Banyumas untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi negeri agar calon mahasiswa bisa mengenyam pendidikan sarjana di wilayah Banyumas. Menimbang amanat yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945 dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan desakan masyarakat Banyumas akan kebutuhan pendidikan tinggi tersebut, para pemimpin Banyumas menggagas ide pendirian perguruan tinggi di wilayah Banyumas. Melalui inisiatif oleh pemangku kepentingan di Banyumas, yakni Raden Soemardjito sebagai Residen Banyumas, Raden Kriharto, Raden Soetardjo S., M. Soemarmo, Raden Soeroso, S.H., dan Letnan Kolonel Soegiharto, yang merupakan sebagian dari 35 orang tokoh inisiator dari latar belakang militer dan masyarakat umum, digagas sebuah lembaga bernama Jajasan Pembina Universitas Djenderal Sudirman. Sebagai tindak lanjut atas gagasan ini, Jajasan Pembina Universitas Djenderal Sudirman resmi berdiri dengan Akta Notaris No. 32 tanggal 20 November 1961 di Yogyakarta yang ditandatangani oleh Notaris Raden Mas Wiranto.
Selanjutnya Jajasan Pembina Universitas Djenderal Sudirman menyelenggarakan Fakultas Pertanian yang kemudian ditetapkan penegerian fakultas tersebut dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 121 tahun 1962 tentang penegerian Fakultas Pertanian di Purwokerto dan memasukannya sebagai bagian dari Universitas Diponegoro.
SK Menteri Penegerian No 121 Fak Pertanian Unsoed
Pada tanggal 9 Oktober 1963 Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan mengeluarkan Keputusan No. 127 tahun 1963 tentang Pendirian Universitas Negeri di Purwokerto. Keputusan ini dikeluarkan sambil menunggu dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Pendirian Universitas Negeri di Purwokerto.
Keputusan Menteri PTIP No 127 Tahun 1963
Berdirinya Unsoed dengan dibukanya Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi dan Fakultas Ekonomi
Jajasan Pembina Universitas Djenderal Sudirman sebagai lembaga penanggung jawab pendirian perguruan tinggi di Banyumas ini kemudian berusaha mewujudkan berdirinya sebuah universitas. Dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 195 tertanggal 23 September 1963 ditetapkan :
- Terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1963 mendirikan Universitas Negeri di Purwokerto yang untuk pertama kalinya terdiri atas Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, dan Fakultas Ekonomi.
- Memisahkan Fakultas Pertanian di Purwokerto dan memasukannya ke dalam lingkungan Universitas Negeri di Purwokerto
- Kepada Universitas Negeri di Purwokerto diberi nama “Universitas Djenderal Sudirman”

Dengan dikeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 195 tertanggal 23 September 1963, maka Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu pengetahuan No. 127 tahun 1963 tentang Pendirian Universitas Negeri di Purwokerto dibatalkan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 153 tahun 1963 tentang Pembatalan Keputusan Perguruan Tinggi dan Ilmu pengetahuan No. 127 tahun 1963, tanggal 9 Oktober 1963.
Keputusan Menteri PTIP No.153 Tahun 1963
Berdasarkan usulan dari ketua presidium Universitas Negeri di Purwokerto, maka dibentuklah Dewan penyantun, yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 129 tahun 1963 tentang Pembentukan Dewan Penyantun pada Universitas Negeri di Purwokerto.
Keputusan Menteri 129 Tahun 1963
Mahasiswa Unsoed angkatan pertama resmi diterima dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 1963/1964 di halaman depan Rumah Dinas Residen Banyumas oleh Raden Soemardjito selaku Ketua Presidium Unsoed.

Mahasiswa Unsoed angkatan pertama sedang melaksanakan kegiatan OSPEK dalam rangka penerimaan mahasiswa baru tahun 1963

Kepemimpinan Unsoed dipegang pertama kali oleh Raden Soemardjito yang menjabat sebagai Ketua Presidium Universitas Jenderal Soedirman selama dua tahun dan didampingi oleh anggota-anggota Presidium, yaitu Raden Soeroso (Koordinator Kejaksaan Negeri Keresidenan Banyumas), Raden Kriharto (Kepala Inspektorat Kepolisian Daerah Banyumas), Letnan Kolonel Soegiharto (Komandan Resor Militer (Danrem), 071/Wijayakusuma), dan H.R. Boenyamin (Dekan Fakultas Pertanian).
Keputusan Menteri 1055 tahun 1964 – Penetapan Presidium
Pembukaan Fakultas Peternakan
Pengembangan Unsoed baru dimulai beberapa tahun setelah pendiriannya sejak 1963 silam. Pada tahun 1965, Unsoed resmi memiliki rektor pertama, Brigadir Jenderal TNI Raden Fransiskus Xaverius (R.F.) Soedardi, yang menjabat sampai 1974. Dalam masa ini, kepemimpinan Soedardi sebagai rektor didampingi oleh para Pembantu Rektor (PR), yaitu Raden Djanuar (PR I), Sri Markati (PR II), dan R.B. Darbohusodo (PR III). Unsoed mendirikan Fakultas Peternakan pada tanggal 3 Desember 1965 dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 275 tahun 1965. Dalam Keputusan tersebut ditetapkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 Desember 1965, menegerikan Fakultas Peternakan Universitas Islam Indonesia Tjabang Tjabang Purwokerto jang diselenggarakan Pembina Universitas Islam Indonesia dan memasukannja kedalam lingkungan Universitas Djendral Soedirman.
Keputusan Menteri PTIP No.275 Tahun 1965
Kemudian, pada tanggal 10 Februari 1966, secara resmi dilakukan serah terima Fakultas Peternakan yang merupakan hibah dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta kepada Unsoed yang sebelumnya adalah hasil pengembangan dari program Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan UII Cabang Purwokerto.
Pembukaan Fakultas Hukum
UNSOED semakin berkembang dan membuka beberapa fakultas setelah Fakultas Peternakan, Pada tahun 1982 membuka Fakultas Hukum. Pendirian Fakultas Hukum didahului dengan pembentukan panitia untuk menjajagi kemungkinan berdirinya Fakultas Hukum dan mengadakan konsultasi dengan Fakultas Hukum di beberapa universitas yang sudah lebih awal lahir seperti : Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada. Dasar pemikiran pendirian Fakultas Hukum ialah adanya kebutuhan yang semakin mendesak akan adanya kebutuhan sarjana hukum. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden R.I Nomor 50 tahun 1982 tentang Susunan Organisasi Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Hukum secara resmi menjadi salah satu Fakultas di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.
Keputusan Presiden R.I Nomor 50 tahun 1982
Pembukaan Prodi Sosiologi dan Prodi Ilmu Administrasi Negara sebagai cikal bakal dibukanya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
Pada tahun 1984 melalui Surat Keputusan Dirjen DIKTI Nomor : 29/Dikti/Kept/1984 tanggal 17 Mei 1984, dan Surat dari Dirjen DIKTI Depdikbud nomor : 457/D2/84 tanggal 23 Agustus 1984 perihal pembukaan program studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, mulai tahun akademik 1985/1986 telah dibuka dua program strata 1 yaitu Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara di bawah naungan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.
Surat Keputusan Dirjen DIKTI Nomor : 29/Dikti/Kept/1984
Surat dari Dirjen DIKTI Depdikbud nomor : 457/D2/84 tanggal 23 Agustus 1984
Pada tahun 1993 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0377/0/1993, tanggal 21 Oktober 1993, maka Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang semula bernaung di bawah Fakultas Hukum telah resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Keputusan Mendikbud No : 0377/0/1993
Pembukaan Magister Manajemen sebagai awal dibukanya Program Pascasarjana
Pada masa kepemimpinan rektor Prof.Dr. Soebardi A.s.,SE, Unsoed mulai merintis program studi pascasarjana Program Pascasarjana Unsoed didirikan karena terdapat minat yang tinggi dari lulusan sarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, didirikanlah Program Magister Manajemen yang disahkan oleh Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 205/Dikti/Kept/1996.
Selanjutnya pada tahun 2001 dibentuklah Program Pascasarjana dengan dikeluarkannya Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor : Kept. 100/J23/KP/2001 tentang Organisasi Tata Kerja Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman.
Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 205/Dikti/Kept/1996
SK Pendirian Prodi Pascasarjana No : Kept.100/J23/KP/2001
Pembentukan Prodi Teknik Sipil dan Prodi Teknik Elektro sebagai cikal bakal dibukanya Fakultas Teknik
Perjalanan pembukaan Fakultas Teknik dimulai sejak tahun 2000, dengan diselenggarakannya dua program studi, yaitu Teknik Elektro dan Teknik Sipil, yang diwadai dalam bentuk Program Sarjana Teknik (PST).
Keputusan Bersama Rektor Unsoed dan Rektor ITB Tentang Pembentukan Prodi Tekhnik Sipil dan Elektro
SK OTK Program Sarjana Fakultas Teknik
Pengembangan Fakultas Sains dan Teknik (FST) sebagai cikal bakal dibukanya Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Pada tahun 2007 dilakukan upaya pengembangan Fakultas Teknik, dan Fakultas baru yang disetujui adalah Fakultas Sains dan Teknik (FST) yang merupakan penggabungan 3 (tiga) program sarjana yaitu Program Sarjana Teknik, Program Sarjana MIPA, dan Program Sarjana Perikanan dan Kelautan. FST didirikan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Rektor Unsoed Nomor Kept. 239/H23/Ot/2007 tanggal 4 Juli 2007 tentang pembentukan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman dan kemudian dikukuhkan dalam Peraturan Mendiknas Nomor 25 Tahun 2009, tanggal 1 Juni 2009 tentang Organisasi dan Tata Kelola Unsoed.
Keputusan Rektor Unsoed Nomor Kept. 239/H23/Ot/2007
Pembukaan Program Pendidikan Dokter sebagai awal dibukanya Fakultas Kedokteran
Sejarah pendirian Fakultas Kedokteran Unsoed berawal dari didirikannya Program Pendidikan Dokter Unsoed pada tahun 2001 berdasarkan Surat Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 3081/D/T/2001, 25 September 2001, tentang Izin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Unsoed.
Surat Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 3081/D/T/2001
Pembukaan Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai awal dibukanya Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.
Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed lahir dari beberapa program studi di bidang ilmu kesehatan yang beroperasi secara independen, yakni Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Farmasi. Berdasarkan surat dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 2798/D/T/2001 perihal ijin penyelenggaraan program studi Kesehatan Masyarakat jenjang program sarjana (S1).
Ijin penyelenggaraan prodi Kesehatan Masyarakat
Selanjutnya terbentuklah Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan yang menaungi program studi Pendidikan Dokter dan program studi sarjana pada Ilmu Kesehatan. Secara resmi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman telah mulai berjalan dan berfungsi dengan terbitnya Surat Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor : Kept 122/H23/OT/2007 tanggal 19 April 2007 tentang Pembentukan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan pada Universitas Jenderal Soedirman.
SK Rektor Pembentukan FKIK 2007
Adanya restrukturisasi yang terjadi di Unsoed pada tahun 2014 membuat adanya diferensiasi antara program studi dengan rumpun ilmu yang berbeda. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 1600/UN23.OT.01/2014, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unsoed mengalami perpecahan menjadi dua fakultas, yakni Fakultas Kedokteran (FK) yang dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes).
Pembukaan Program Sarjana Bahasa dan Sastra yang merupakan cikal bakal dibukanya Fakultas Ilmu Budaya.
Pada bulan September 2006 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menerima penggabungan dari Jurusan Ilmu Budaya yang semula Program Sarjana Bahasa dan Sastra.yang didalamnya meliputi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor : Kept. 296/H23/OT/2007 tentang Organisasi dan tata Kerja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman.
Penetapan Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Pada tahun 2014 terjadi perubahan organisasi, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 21 tahun 2014, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Jenderal Soedirman. Berdasarkan hal tersebut dikeluarkan Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor : 1600/UN23/OT.01/2014 tentang Penetapan Fakultas-Fakultas Baru Universitas Jenderal Soedirman.
SK Rektor Penetapan Fakultas-Fakultas Baru
Dengan Keputusan tersebut maka Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan dikembangkan menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Fakultas Sains & Teknik juga dikembangkan menjadi Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pada tahun yang sama Unsoed juga membuka Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Fakultas Ilmu Budaya yang sebelumnya berada di bawah administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Referensi :
Arsip Universitas Jenderal Soedirman
https://id.wikipedia.org/wiki/Fakultas_Ilmu-Ilmu_Kesehatan_Universitas_Jenderal_Soedirman
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Jenderal_Soedirman
https://id.wikipedia.org/wiki/Fakultas_Ilmu_Sosial_dan_Ilmu_Politik_Universitas_Jenderal_Soedirman
